Selasa, 07 Juni 2016

Sulit Tidur Bisa Jadi Gejala Awal Depresi

    11.16   No comments

Studi menemukan, kualitas tidur yang buruk bisa menjadi awal suasana hati yang buruk, yang pada gilirannya, memperburuk kualitas hidup secara keseluruhan," kata pemimpin penulis David A. Kalmbach dari University of Michigan Medical School di Ann Arbor.

Lebih penting, ia menambahkan, hubungan antara kurang tidur dan depresi tak hanya dialami oleh wanita penderita insomnia atau sedang mengalami depresi, namun juga bagi wanita muda yang sehat.

Untuk melihat hubungan tersebut, para peneliti melibatkan 171 mahasiswa wanita dalam penelitian selama dua minggu.

Dimulai dengan penilaian kuesioner tentang tingkat kecemasan dan depresi dan dilanjutkan dengan laporan harian tentang suasana hati dan kecemasan.

Para responden juga melaporkan waktu tidur mereka, jam berapa mereka tertidur dan bangun, serta peringkat kualitas tidur setiap malam.

Rata-rata, wanita muda tersebut tidur selama 7 jam 22 menit setiap malam, dan membutuhkan waktu sekitar 21 menit untuk bisa tertidur lelap. Secara keseluruhan, kualitas tidur mereka dinilai "cukup baik".

Namun, bagi wanita yang memiliki jam tidur kurang dari 7 jam per malam selama periode dua minggu cenderung melaporkan "anhedonic" atau gejala depresi yang lebih besar, yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menikmati hal-hal yang menyenangkan, kurangnya konsentrasi, dan kemampuan mengingat.

Penelitian yang dirilis dalam jurnal Sleep Medicine ini juga menemukan, satu malam kurang tidur mungkin dapat meningkatkan mood di hari berikutnya. Sayangnya, efek terapi dari satu malam kurang tidur tersebut hanya berlangsung selama satu hari. Bila kurang tidur berlangsung konstan dan menjadi kronis, maka risiko depresi meningkat secara drastis.

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write komentar

Labels

Text Widget

Labels

About Us

© 2014 jakahis134. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.